Latest Entries »

 
Bagi pecinta pesawat terbang bebas ( free flight), pesawat Glider A1 merupakan pesawat yang sangat ekonomis , namun secara kualitas model ini dapat dipergunakan untuk bertanding di arena perlombaan.   
      Persiapan bahan dan material
Bahan-bahan yang dipergunakan , baik sebagai bahan dasar maupun bahan pembantu diantaranya adalah :
o    Balsa sheet 2 mm        3 lembar
o    Balsa sheet 3 mm        2 lembar
o    Balsa sheet 1 mm        1 lembar
o    Balsa stik 8×8 mm        2 batang
o    Balsa stick 10×15 mm    1 batang
o    Tripleks 3 mm
o    Kawat diameter 1mm
o    Baut dan mur 3mm
o    Lem Cyanoacrylate
o    Pemberat timbal .30gr
o    Kertas silkspan / jepun 2 lembar
o    Kain tipis sedikit
o    Benang gelombnag o.6 mm 1 m
o    Dope Sanding sealer 100 cc.
o    Plan Glider A1 1:1
       Persiapan peralatan     
Peralatan yang digunakan untuk pembuatan pesawat Glider A1 adalah :
o    Pisau cutter ukuran besar
o    Balok ampelas
o    Planner mini
o    Penggaris
o    Tang buaya
o    Gergaji besi
Cara pembuatan
Pembuatan badan  
Badan kiri dan badan kanan kita potong dari balsa 3 mm, kemudian kita rekatkan ke tail boom yang merupakan balsa stick 10×15 mm. Nose block kita rekatkan di bagian depan dengan lem Cyano acrylic, sedangkan frame F1 dan F2 kita pasangkan dengan jarak yang telah ditentukan pada plan 1:1
Pembuatan sayap
Untuk memotong sayap kita ambil balsa lembaran 2 mm dan kita potong 26 rib sayap daripadanya dengan pisau cutter. Anda perhatikan arah serat kayu adalah dari bagian depan rib menuju ke belakang . Kedua puluh enam rib tersebut kita ikat dengan karet gelang dan kita amplas bersama-sama dengan balok ampelas , kemudian dengan gergaji besi , kita buat celah untuk spar atas dan bawah.
Rib-rib sayap kita rakit diatas plan 1:1 dengan spar yang telah disesuaikan panjangnya. Pergunakan Lem CA sejenis super glue untuk membantu mempercepat perakitan sayap ini , bila menggunakan lem kayu sejenis Pva maka alt bantu berupa jarum pentul akan sangat membantu mempertahankan posisinya sebelum lemnya kering.
Empat bagian sayap Glider A1 ini akan dirakit dalam 4 bagian yang nantinya disambung dengan tripleks sambungan hedral , untuk itu anda tidak perlu khawatir merakit setiap bagian-bagiannya ,yang terdiri atas Leading edge, Spar dan Trailing Edge secara satu demi satu menjadi 4 potong sayap ,yaitu sayap tepi kiri dan kanan , sayap tengah kiri dan kanan
Pemasangan Sudut Hedral
Sudut hedral diperlukan untuk kestabilan terbang , meskipun demikian fungsinya yang lain yaitu sebagai penyambung konstruksi sayap yang menahan beban memang tidak boleh di remehkan . Penyambung sayap bagian tengah ( central joiner ) dibuat dari tripleks 3 mm dengan sudut hedral kecil. Penyambung ini harus dilemkan sebagai lem Epoxi yang benar-benar kuat ke spar atas dan bawah . Diujung-ujung tepi sayap bagian tengah kita bisa mengukur ketinggian hedral 3 cm di kiri dan kanan.
Sayap tepi kiri dan kanan kita sambungkan dengan sudut hedral tepi yang terbuat dari tripleks 3 mm. Kita ukur wing tip kiri dan kanan berada di ketinggian 14 cm dari lantai.
Jangan Twist
Salah satu pantangan yang sebaiknya selalu diperhatikan pada saat merakit sayap adalah kemungkinan adanya Twist dalam arah bentang sayap. Kondisi twist jika memang tidak dikehendaki , akan menurunkan efisiensi sayap glider kita ini yang berakibat menurunya prestasi pelayangan model tersebut.
Spar dengan Web
Untuk menjamin kekuatan sayap terhadap penarikan tali yang terkadang mencapai 4 kali berat model (4 G), konstruksi sayap glider A1, kita perkuat dengan web yang merekat pada spar atas dan bawah model khususnya di bagian sayap tengah
Covering dan Silkspan
Sayap dan stabilo yang sudah selesai dirakit kita sampuli dengan kertas silkspan atau kertas jepun. Proses penyampulan sayap dan stabilo adalah dengan cara menempelkan kertas yang permukaan nya telah dilembabkab dengan sedikit semprotan air ke permukaan kerangka kerangka yang telah diolesi lem. Jangan lupa untuk memasang permukaan bagian bawah terlebih dahulu agar sambungannya nanti terletak di bagian bawah.
Covering bagian bawah dan atas
Badan bagian bawah yang masih terbuka kita tutup dengan balsa 2 mm sedangakan untuk bagian sebelah atas kita siapkan penutup dari balsa 2 mm. Kita akan menutup bagian atas nanti setelah kita memasukan pemberat dari timbal pada tempatnya
Ditempat nantinya sayap diletakan kita tempelkan dudukan sayap atau wing mount dari tripleks 3 mm. Sedikit dibawahnya kita lubangi dengan bor 3 mm dan kita pasangkan dowel bambu 3 mm untuk pegangan sayap dengan karet gelang
Pembuatan ekor vertikal
Ekor vertikal yang terdiri dari fin dan rudder kita potong dari balsa 3 mm , keduanya kita hubungkan dengan engsel kain yang dilemkan secara zig-zag .
Ekor ini selanjutnya kita tanam pada badan di bagian belakang dengan posisi yang tepat tegak lurus terhadap dudukan sayap dan lurus kebelakang  jika kita lihat dari hidung pesawat.
Gerakan rudder kita batasi yaitu 0 derajat kekiri dan 3 derajat ke kanan dengan memberikan pembatas dari kayu balsa yang kita rekatkan dengan lem cyanoacrylate (CA).
Rudder dan horn kita buat dari balsa 3 mm dan kita rekatkan  posisinya pada rudder . Benang gelomang dari nilon berdiameter 0.6 mm kita ikatkan pada rudder horn kiri dan kita tarik ke depan dihubungkan dengan kait penarik. Sedangakan lengan horn kanan kita tarik dengan karet gelang untuk menjadikannya mekanisme rudder otomatis ( Automatic rudder)    .
Dope dan Finishing
Sayap, badan dan stabilo selanjutnya kita lapisi dengan dope agar tahan air . Kita dapat menggunakan dope dari jenis Nitro Celulosa seperti Sanding Sealer yang pengencernya Thinner ND atau menggunakan dope yang kita buat sendiri dari celulose yang dilarutkan dalam acetone.
Ballast dan CG  
Masukan pemberat dari timbal atau timah hitam pada hidung pesawt model di tempat yang telah disediakan. Stabilo kita ikatkan pada badan bagian belakang dengan karet gelang dan model kita kita pegang pada titik beratnya sekitar 5.5 cm dari dudukan sayap depan ( wing Mount ). Timbal kita tambahkan di hidung model hingga pesawat dirasakan tidak berat ke belakang dari titik berat yang ditentukan.  
Posisi Kait dan Posisi CG  
Jika titik berat model sudah ditetapkan , kita bisa menutup hidung model pesawat dengan balsa penutup yang telah disiapkan sebelumnya kita perhatikan posisi kait penarik yang berada 150 didepan titik berat agar membuat penarikan menjadi aman dan stabil.
Pemasangan Sayap  
Pasangkan sayap di atas badan dengan bantuan karet gelang dan dowel bambu yang tersedia usahakan bahwa pemasangan karet ini cukup kuat pas dan tidak goyang .   
Chek bentangan sayap yang terpasang untuk memeriksa apakah terjadi twist yang tidak diharapkan . Gejala ini dikenali dengan memperhatikan sayap bagian tengah dan sayap tepi. Twist sayap yang tidak seragam dibagian kiri dan kanan akan membuat pesawat tidak bisa melayang dengan baik.   
Balancing Lateral    
Timbang pesawat dalam arah lateral (guling) perhatikan barangkali sayap kiri dan kanan tidak seimbang beratnya . Letakan dan lemkan paku kecil diujung sayap yang kurang berat untuk membuatnya seimbang.   
Berat 230 gram  
Model yang telah di balance dapat ditimbang secara keeluruhan dengan timbangan atau neraca dan usahakan beratnya tidak terlalu menyimpang dari target yaitu 230 gr agar prestasi layangnya bagus.   
Trimming Flight  
Kini saatnya anda untuk menerbangkan model yang telah anda buat dengan ketekunan dan kerajinan yang patut dibanggakan. Selintas memang terlihat sederhana namun anda tentunya telah mengetahui bahwa merakit model yang demikian banyak komponennya dan akurat memang memerlukan keterampilan tersendiri.   
Penerbangan trim atau triming flight merupakan prasyarat sebelum model diterbangkan dengan ditarik tali . untuk melakukan yang satu ini anda harus melakukan di lapangan berumput cukup tebal . Perhatikan arah angin karena anda harus meluncurkan model melawan arah angin , tentunya jika angain dirasakan bertiup perlahan.Model yang trimnya baik akan meluncur mulus dan mendarat jauh ke depan dengan jarak sekitar 10 m .
Kita perlu memutar baut 2mm dibagian belakang stabilo searah jarum jam jika model terlihat menukik atau mendarat dalam jarak kurang 3m di depan kita.   
Lapangan yang cukup luas
Untuk menerbangkan Glider A1 anda memerlukan lapangan seukuran minimal satu lapangan sepak bola  dengan tidak banyak halangan seperti rumah penduduk atau pohon-pohon ditepinya.   
Hindari posisi tebing atau bangunan yang tinggi yang sering menyebabkan turbulensi udara sehingga menyulitkan model kita terbang melayang.   
Tali Penarik   
Tali penarik kita buat dari tali gelombang berdiameter 0.6 mm denganpanjang 25 m. Diujungnya kita ikatkan ring logam sebagai penghubung ke tali penarikdan 5 cm dibawahnya kita ikatkan bendera segitiga dengan luas sekitar 2 dm2 .   
Dethermalizer Timer
Bagi anda yang telah mengetahui prestasi terbang layang model Glider A1  ini setelah beberapa kali melakukan penarikan ada baiknya anda memasang timer  sebagai dethermalizer agar model anda tidak hilang terbawa termik (udara naik ) pada saat terbang. TR-A01  dapat diset selama 6 menit dan dapat di peroleh di Bandung Aeromodeling.   
Usahakan agar teman anda memegang model anda diatas kepala dengan sayap mendatar dan hidung terarah agak naik dan mengarah ke angin . Bersamaan dengan itu anda sebagi penarik berjalan kedepan melawan angin , biarkan reken anda mengikuti anda dari belakang sambil menjaga ketegangan tali agar tidak mengendur.. Jika dirasakan oleh rekan anda model sudah terangkat , biarkan dia melepas model tersebut hingga terbang terikat terikat pada tali penarika yang ujungnya anda pegang.   
Rasakan tarikan model Glider A1 anda sewaktu menanjak mendaki ketinggian , bandingkan sewaktu anda menerbangkan layang-layang.
Kendurkan tali penarik jika model sudah berada diatas kepala ataupun sudah terlihat terbang membelok . Model akan melepaskan diri secara otomatis dari tali penarik dan terbang melayang.
Selamat terbang…………………………!!!!!!!!
 

Take from
http://www.oocities.org/tinbdg/Glider-A1-Assembly.htm

Advertisements

Tujuh Hal yang Membuat Pria Putuskan Cinta


•      
Desakan Keluarga Sebabkan Pria Putuskan Cinta
Ghiboo.com – Ketika Anda telah menjalin hubungan cukup lama dengan pasangan Anda, tentu harapan selanjutnya adalah menuju ke pelaminan. Tapi alangkah kagetnya Anda, ketika tiba-tiba pacar Anda justru memutuskan hubungan, sebagai wanita tentu ini sangat menyakitkan.
Tapi sebelum perasaan sakit bahkan benci merasuk di hati Anda, coba pikirkan kira-kira apa yang membuat kekasih Anda mengambil langkah ekstrim ini. Berikut ada beberapa alasan pria memutuksan hubungan dengan kekasihnya:
Waktunya berakhir
Wanita umumnya berusaha menjaga kesetiaan kepada pasangannya. Namun berbeda dengan pria, mereka cenderung mencari sosok yang betul-betul cocok dan pas untuk dijadikan pasangan hidup. Jika dengan Anda, dia merasa belum pas maka dia akan meninggalkan Anda.
Mereka Menginginkan Pasangan Sempurna
Setiap pria memiliki fantasi masing-masing akan pasangan yang ideal. Banyak pria yang berharap memiliki pasangan yang dapat menerima mereka seutuhnya, mampu menampilkan sisi terbaiknya dan bisa membantunya untuk berkembang. Ketika pria belum menemukannya, mereka akan terus mencari.
Kebiasaan buruk yang tidak dia sukai
Berusahalah untuk memahami karakter pasangan Anda dan kenali apa yang dia sukai atau tidak. Karena banyak pria yang memutuskan pacarnya karena membersihkan gigi di depannya atau berkelakar terlalu berlebihan
Berikan juga perhatian
Sebagai wanita Anda biasanya maunya dituruti, minta ditemani ke salon atau merajuk minta dibeliin ini atau itu. Tapi pernahkah Anda memberikan perhatian balik ketika pacar Anda minta ditemani nonton atau lainnya?
Pria juga cemburu
Pria bukannya makhluk yang tidak punya hati sehingga mereka juga bisa cemburu. Jika Anda orang yang mudah dekat dengan pria lain apakah itu teman kantor, jelaskan kepada pacar Anda kalau kedekatan Anda hanya sebagai teman.
Desakan Keluarga
Hubungan yang Anda jalani bukan hanya antara Anda berdua, melainkan antara dua keluarga. Beberapa pria dipaksa oleh keluarganya untuk memutuskan pacarnya karena keluarganya tidak menyenangi si wanita. Jadi Anda juga harus pandai mengambil hati keluarga pacar Anda. Tunjukkan perhatian kepada keluarganya bahwa Anda juga menyayangi mereka dan Anda senang bersama mereka.
Takut dengan Komitmen
Pria yang takut komitmen sering disalahartikan. Komitmen merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari ketika pria betul-betul ingin membangun hubungan. Tetapi pria menjadi takut berkomitmen karena mereka merasa sudah tidak cocok dengan hubungan yang dijalankan atau tidak merasa nyaman dengan kekasihnya.

Nah, coba Anda pikirkan baik baik sekarang

 

 

 

TAKE FROM…
 Fidelia | ghiboo.com – Sel, 13 Mar 2012 22:30 WIB

Chuck Glider atau OHLG On Hand Launched Glider yang dikenal sebagai pesawat ekonomis dan berpotensi besar untuk dikembangkan pada semua kalangan Tua maupun Muda.
Langkah-langkah Pembuatan Pesawat Chuck Glider atau OHLG ( Out Door Hand Lounched Glider )
Pembuatan Wing / Sayap
1.    Bahan kayu balsa dengan panjang 42 cm, lebar 9 cm tebal 0,6 cm yang telah disiapkan, tentukan bagian atas dan bawahnya. Kemudian gambar sesuai dengan ukuran yang telah direncanakan atau telah dibuat bentuk pola menggunakan kertas karton. Kemudian dimal diatas kayu menggunakan bolpoint.
2.    Bahan kayu yang telah digambar kemudian dipotong menggunakan cutter sesuai dengan garis dan searah serat kayu, sehingga kayu akan berbentuk oval. Setelah selesai memotong buat garis high point line, garis ini merupakan garis puncak atau garis paling tinggi dalam membentuk air foil.
3.    Setelah garis high point terbentuk, kita mulai membuat air foil menggunakan amplas ksar terlebih dahulu  pada bagian belakang / Trilling Edge (TE)dan bagian depan Leading Edge (LE). JIka air foil sudah terbentuk, gunakan ampalas halus untuk meratakan seluruh permukaan ( Makin keujung sayap makin dibuat tipis ).
4.    Bahan sayap yang telah selesai proses penghalusannya kemudian dipotong-sesuai dengan gambar dan dilanjutkan dengan proses assembling untuk membuat sudut hydral. Untuk proses assembling kita gunakan lem CA dan castol untuk menyambung sudut hydral tersebut.
 
Pembuatan Stabilo
1.    Bahan kayu balsa dengan panjang 14 cm, lebar 7 cm, tebal 2 mm. Dari bahan yang sudah dibentuk dengan garis kemudian dipotong sesuai dengan garis yang ada , hilankan bagia yang di arsir menggunakan cutter, hati-hati memotongnya agr tidak terdapat bagian yang rusak.
2.    Pada bagian depan (LE) dan bagian nelakang (TE) dibuat bentuk bulat dengan menggunakan amplas halus sampai rata.
3.    jika sudah terbentuk stabilo jangan lupa buat garis bantu untuk membagi dua yang sama, untuk memudahkan pada proses assembling stabile pada body.
 
Pembuatan Fin
1.    Bahan kayu balsa panjang 7 cm, lebar 5 cm, dengan ketebalan 2 mm, perhatikan perhatikan arah serat kayu yaitu tegak lurus.
2.    Buat bentuk fin sesuai dengan gambar kontruksi. Hilangkan bagian-bagian yang diarsir dengan menggunakan cutter, potong dari arah LE ke TE. Hati-hati dalam memotong karena bahan tipis.
3.    Pada bagian depan (LE) dan belakang (TE) juga dibuat bulat dengan menggunakan amplas halus.
 
Pembuatan Body
 
1.    Bahan yang digunakan untuk membuat body bisa menggunakan spruse atau balsa keras dengan ukuran panjang 42 cm, lebar 2 cm dengan ketebalan 2-4 mm.
2.    Buat bentuk body sesuai dengan gambar kontruksi buat garis lengkung dari LE ke depan agar bentuk nose lebih indah dan tidak ada drag (gaya hambat). Kemudian tarik garis lurus dari letak sayap bagian belakang (TE) ke ujung body bagian belakang. Gunakan pemotong dengan pisau cutter.
3.    Setelah bagian yang diarsir dipotong akan terlihat bentuk body yang sudah siap diassembling, hanya perlu dihaluskan dulu pada bagian nose dan bagian potongan-potongan yang diarsir untuk semakin keujung bahan semakin tipis dan dibuat halus.
Assembling Body dan Wing
1.    Sebelum mengerjakan assembling sebaiknya bentuk body dan wing sudah dalam kondisi siap assembling.
2.    Peralatan yang diperlukan untuk assembling antara lain :
•    Lem G, J, CA
•    Lem castol
•    Papan triplek / kaca yang rata
•    Ampalas
1.    Apabila semua peralatan  dan bahan lem sudah siap, bagian yang akan diassembling kita kasarkan menggunakan amplas agar lem dapat merekat lebih kuat.Dudukan wing pada body terlebih dahulu kita beri lem castol kemudian di angina-anginkan sebentar baru ditempelkan dan dilem menggunakan lem CA.
2.    Pada saat pengeleman perlu kita perhatikan bahwa antara sayap dan body kalau kita lihat dari pandangan depan  tidak boleh miring harus tegak lurus.
 
Assembling Body dan Stabilo
1.    Pada pengerjaan assembling sangat menentukan baik tidaknya pesawat OHLG yang dibuat. Maka pengerjaan assembling ini harus dikerjakan dengan teliti dan tidak tergesa-gesa.
2.    Pada assembling body dan stabilo kita menggunakan pedoman hasil assembling body dan wing yaitu dengan memasang stabilosejajar lurus dengan wing dahulu. Dan perlu diingat bahwa pemasangan stabilo sebaiknya menggunakan lem castol dahulu supaya stabilo dapat digeser untuk pemasangannya, karena nantinya kalau stabilo sudah terpasang lurus sejajar dengan sayap kemudian ujung stabile sebelah kanan kita turunkan 0,5 cm.
3.    Sehingga kalau stabilo kita lihat akan tampak miring tidak lurus lagi, hal ini ini berfungsi untuk belok saat pesawat OHLG diterbangkan, apabila kemiringan dirasa sudah pas kemudian kita lem CA untuk memperkuat supaya tidak bergeser.
 
Assembling Fin dan Body
1.    Pada saat pemasangan fin dan body yang perlu kita oerhatikan adalah fin harus tegak lurus dengan body maupun wing  tidak boleh terjadi kemiringan.
2.    Sebelum fin kita pasang pada body terlebih dahulu kita beri lem castol pada bagian yang akan kita pasang, setelah agak kering baru kita pasang dan kita setting apakah fin miring atau tidak. Apabila dirasa cukup tidak ada kemiringan baru kita lem CA untuk lebih kuatnya.
 
Assembling Finger Rest dan Body
1.    Sifat dari assembling ini adalah unutk menambah penguatan assembling sayap pada body. Begitu juga untuk menguatkan posisi wing pada saat dilempar / pelemparan pesawat OHLG pada kecepatan tinggi.
2.    Finger rest ini sendiri berfungsi untuk membantu dudukan pegangan jari pada pesawat agar dalam melempar akan lebih mantap.
3.    Pada saat pemasangan finger rest jangan sampai tertukar letaknya antara kiri dan kanan.
 
Langkah-langkah Finishing
1.    Pekerjaan Finishing pesawat adalah langkah akhir sebelum pesawat OHLG dites terbang.
2.    Setelah bahan dan peralatan finising sudah siap, serta pesawat OHLG juga sudah dihaluskan permukaannya seperti wing, satabilo, fin dan body, maka sammpailah kita mengerjakan finishing pesawat. Dengan urutan lahkah-langkah sebagai berikut :
•    Tuangkan herin / solvensol pada tempat yang telah kita siapkan missal bekas botol air mineral.
•    Masukkan sterofoam yang telah kita potng kecil-kecil kedalam gelas kemudian kita aduk sampai larut, untuk kekentalannya kita gunakan jari kita jika dipegang semakin lam terasa lengket berarti sterofoam yang kita masukkan sudah cukup.
•    Setelah media pengedofan telah siap, kemudian kita oleskan keseluruh permukaan pesawat OHLG dengan menggunakan kua sampai rata. Setelah seluruh permukaan kering kita gosok menggunakan amplas yang paling halus dan tanpa menggunakan bantalan / alas keseluruh permukaan yang telah kita lapisi tadi.
•    Jika seluruh permukaan telah selesai kita amplas,  kemudian kita lapis sekali lagi  seluruh permukaan pesawat, agar pori-pori kayu balasa dapat tertutup dengan rapat dna usapan kuas sebaiknya searah dengan arah serat kayu, agar dapat diperoleh hasil permukaan yang betul-betul halus dan licin.
•    Pengedofan ini berfungsi juga agar pesawat tahan terhadap air, tahan terhadap sinar matahari, cuaca pagi maupun sore hari agar tidak berubah bentuk.

 

 

 

 

 

 

take from

http://www.bahtiyarpriyanto.com/membuat-pesawat-chuck-glider/

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan rahmat, karunia serta ridha-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah tentang ” rekruitmen, Seleksi ,Dan Penempatan Sumber Daya Manusia ”. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas individu pada mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia.
Dalam penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi yang kemudian bermamfaat bagi kita.
Selama mengerjakan tugas makalah ini, Saya telah banyak menerima bimbingan dan saran-saran dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada:
1. Orang tua dan istri yang telah memberikan dorongan dan semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
2. Bapak Desfitriadi SE MM yang telah banyak memberikan penjelasan teori yang berkaitan dengan tema makalah ini.
3. Rekan-rekan serta semua pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu yang telah membantu penyusun dalam pembuatan makalah ini.
Akhirnya penyusun berharap karya tulis ini dapat berguna dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Penyusun mengharapkan kritik dan saran untuk kemajuan di masa-masa mendatang. Atas perhatiannya penyusun ucapkan terima kasih.

Bandung, Januari 2012

Penyusun

I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hubungan antara tingkat dan jenis pekerjaan memberikan pengaruah tehadap permintaan pegawai . itu adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kebutuhan pegawai selain faktor faktor yang lain .
Maka dari itu akan digambarkan tentang bagainama rekruitmen, seleksi ,dan penempatan sumber daya manusia . Selain itu latar belakang penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas individu mata kuliah manjemen sumber daya manusia .
1.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi berkenaan dengan konsep pemenuhan kebutuhan pegawai dan penempatan SDM. Sehingga dapat diharapkan pembaca dapat memahami tentang bagainama rekruitmen, seleksi ,dan penempatan sumber daya manusia.
1.3 Metode
Metode yang di gunakan dalam penulisan makalah ini adalah studi kepustakaan, yaitu dengan meresume berbagai buku-buku dan artikel-artikel tentang bagainama rekruitmen, seleksi ,dan penempatan sumber daya manusia.

II
PEMBAHASAN MATERI
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu sebagai salah satu faktor produksi secara efisien dan efektif guna tercapainya tujuan (goal) sebuah organisasi .Runglingkup ( fungsi) personalia dan kegiatan personalia terdiri dari Penarikan,Seleksi,Pengembangan,pemeliharaan ,pengunaan dan pemutusan hubungan SDM .
1 Perencanaan SDM
Rckrutmen pegawai biasanya diawali dengan analisis jumlah kebutuhan pegawai dilanjutkan dengan perencanaan SDM dan proses penarikan .
pada perusahana manufaktur ( barang ) perencanaan kebutuhan biasanya dilakukan berdasarkan pertimbangan produksi yang berkenaan dengan permintaan atau syarat dari konsumen . Umumya perencanaan SDM akan menitik beratkan pada faktor -faktor internal dan external dimana kebutuhan akan sumber daya manusia di pengaruhi dari berbagai faktor SBB :
a) Faktor Eksternal adalah faktor luar perusahan yang mempengaruhi secara langsung atau tidak langasung terhadap perusahaan pada umumnya dan permintaan pegawai pada khususnya .Adapun fakltor – faktor external yang dapat mempengaruhi perusahaan dalam penentuan pernanan sumber daya manusia adalah :
• Faktor Ekonomi Nasional dan Global
Faktor Ekonomi Nasional dan Global adalah salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap permintaan ,penawaran SDM sebagai contoh : jika terjadi peningkatan (pertumbuhan ) ekonomi pada suatu negara akan berdampak pada industri yang mendukung pertumbuhan ekonomi tsb dan industri lainya hal ini akan seiring dengan terpakainya SDM yang berkualitas pada industri TSB ,sehingga hal ini berakibat pada kelangkaan SDM yang berkuaitas.kelangkaan SDM yang berkualitas mengakibatkan tingkat promosi internal tinggi dan permintaan ( rekrutmen menjadi tinggi atau terus menerus)
Sebalikya jika ekonomi sebuah negara tidak berkembang ( resensi ) maka kejadian tersebut berbalik 180 derajat / sebaliknya
• Faktor Sosial, Politik dan Hukum
Dalam hal ini Faktor Sosial, Politik dan Hukum memberikan nuansa aturan dari bagaimana pegawai diperlakukan oleh perusahaan yang menyangkur hak dan kewajiban pegawai sebagi contoh adalah tentang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan yang mengatur tentang segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.
• Faktor Teknologi
Perubahan teknologi juga adalah andil yang paling sering kita jumpai pada masa kini dengan di temukanya teknologi yang baru mengakibatkan perubahan akan kebutuhan jenis tenaga kerja .

• Faktor Pesaing
Faktor ini adalah faktor yang memberikan dorongan pada organisasi ( perusahaan ) untuk melakukan perencanaan pegawai guna kelangsungan hidup ,pertumbuhan dan profit perusahaan ( organisasi )
b) Faktor Internal (organisasi) adalah faktor dalam perusahan yang mempengaruhi secara langsung atau tidak langasung terhadap perusahaan pada umumnya dan permintaan pegawai pada khususnya .Adapun fakltor faktor internal yang dapat mempengaruhi perusahaan secara organisasi adalah sebagai berikut:
• Rencana Strategik dan Rencana Operasional (taktik)
Ini mengambarkan tentang apa tujuan perusahaan akan permintaan pegawai yang dia buat .Contoh : Rencan jangka pendek perusahan mencari pegawai waktu tertentu untuk dijadikan sebagai tenaga consultan untuk proyek tertentu
• Anggaran / cost SDM
Permintaan pegawai biasanya juga memperhatikan jumlah anggaran yang tersedia, hal ini lebih menitik beratkan pada peritungan laba rugi,efektifitas dan efisisnsi sebuah organisasi .
• Peramalan produksi dan penjualan
Dalam hal ini organisasi /perusahan memperhitungkan secara akurat dari data -data yang tersedia tentang perkembangan usaha tahun ke tahun untuk di jadikan pedoman guna menghitung beban kerja riil perusahaan dan dicari selisih jumlah pegawai .
• Faktor Bisnis Baru
Expansi bisnis tentu saja mengakibatkan penambahan kebutuhan jumlah pegawai secara riil
• perubahan Jenis dan type struktur organisasi
Dalam hal ini perubahan struktur tentu saja merubah jumlah dan karakter dari unit contoh pada tipe Struktur Fungsional akan lebih ramping di banding dengan Tipe Output-based Structure.
c) Faktor Ketenaga kerjaan

• Pensiun, PHK, meninggal dunia dan tenaga kerja yang selalu absen.

• Promosi, pindah, tenaga kerja yang mendapat pelatihan dan yang mengikuti pendidikan di luar perusahaan / organisasi
d) Faktor-faktor Lain seperti Pasar tenaga kerja ,Prestasi kerja, Waktu yang tersedia untuk mencapai sasaran / tujuan bisnis jangka pendek investasi tenaga kerja khusus dan lain lain

Fator -Faktor tersebut di analisa mengunakan pendekatan matematis dengan mempertimbangkan tujuan perusahaan , hasil hitungan matematis di bandingkan selisih antara kebutuhan ( beban kerja riil ) dengan riil jumlah SDM tersedia. Dari perhitungan ini di dapatkan selisih yang di jadikan pertimbangan akan keputusan yang akan di ambil . adapun bentuk keputuasan yang diambil di bagi menjadi dua ( Gambar 0.1 ) yaitu :
a) Kebijakan berupa rasionalisasi pegawai .
kebijakan ini diambil jika hasil hitung jumlah pegawai lebih banyak dari beban kerja.
b) Kebijakan rekrutmen atau maksimalisasi SDM.
Jika hasil hitung terjadi kekuarangan pegawai maka di perusahan akan mengeluarkan kebijakan berupa
 Penerimaan pegawai ( rekrutmen)
 Memaksimalkan kemampuan sumberdaya manusia dengan harapan efisiensi anggaran dana yang yang di keluarkan perusahaan .

 

 

Gambar 0.1

 

 

 

 

2. REKRUiTMEN PEGAWAI
Proses/ tahap setelah di tetapkan sebuah keputuasan tentang kebutuhan(kekurangan ) SDM maka tahap selanjutnya adalah rekrutmen . pada dasarnya rekrutmen bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atas sumber daya manusia yang memenuhi kriteria yang sudah di tetapkan oleh perusahaan sehingga dapat memberi nilai yang tambah untuk pertumbuhan perusahaan tersebut . Arti dari recrutmen pegawai sendiri adalah menemukan dan menarik pelamar untuk di pekerjakan di organisasi yang melakukan rekrutmen.
2.1 ANALISIS JABATAN
Sebelum dilaksanakan proses penarikan di lakukan analisis jabatan , dengan maksud dan tujuan memperoleh job deskription sehingga didapatkan kulifikasi atau type SDM yang cocok untuk mengisi jabatan tersebut .adapun analisis jabatan di bedakan menjadi beberapa macam sesuai dengan tujuan yaitu :
a) Analisis jabatan yang bertujuan untuk menentukan syarat mental yang di butuhkan (Job analisis for personnel spesifikasion )
b) Analisis jabatan tentang langkah langkah yang harus di tempuh dalam mengerjakan suatu pekerjaan kepad pegawai baru . (Job analisis for training purpouses )
c) Analisis jabatan Penentuan tingkat jabatan guna penentuan upah (Job analisis for setting rates)
d) Analisis jabatan tentang cara menghilangkan segala gerak pegawai yang tidak perlu (job analisis for methode improvement )

Pada dasarnya semua analisis pada alinea diatas memberikann manfaat pada perusahana , namun dalam makalah ini analisis ke tiga terakhir tidak akan di bahas lebih detail .
Job Analisis For Personnel Spesifikasion
Pada Job analisis for personnel spesifikasion analisis ini akan memberikan data -data umum tentang :
a) nama pekerjaan
b) tugas , kewajiban ,hak tangung jawab dan wewenang yang di bebankan
c) sifat pekerjaan
d) syarat mental ,pengetahuan fisik ,kemahiran ,jenis kelamin dan usia yang di perlukan untuk dapat melakukan pekerjaan dengan baik
e) lingkungan dimana pekerjan itu di lakukan

Analisis ini dilakunan dengan cara pengumpulan keterangan melalui interview pada seluruh bagian lingkungan terkait yang disesuaikan dengan kebutuhan dan ruanglingkup dari informasi yang di harapkan .Fakta – fakta yang di dapat dari proses ini akan memberikan manfaat dalam hal :
a) Penarikan
b) Seleksi Dan Penempatan Pegawai
c) Pendidikan Intern
d) Penilaian Level Jabatan
e) Perbaikan Syarat Pekerjaan
f) Perncanaan Organisasi
g) Pemindahan /Promosi
Kesimpulan dari hasil analisis job dalam kepentingan rekrutmen adalah didapatnya job deskription dan job spesifikation guna penentuan syarat- syarat dari SDM yang akan di tarik atau menduduki jabatan yang biasanya memuat tentang :
 Tingkat pendidikan
 Keadan fisik
 Pengetahuan /kecakapan
 Nikah/belum nikah
 Jeniskelamin
 Batas usia
 karakter
Untuk perusahan manufaktur penerimaan pegawai pada bagian produksi atau gudang umumnya tidak mementingkan penampilan , komunikasi atau keahlian berbahasa namun mengutamakan kemampuan teknis mengoprasikan .Berbeda dengan perusahan jasa umumnya yang mementingkan penampilan , komunikasi atau keahlian berbahasa dan tidak mengutamakan kemampuan teknis mengoprasikan alat .
Dari sifatnya tehnik rekrutmen dapat di bedakan menjadi rekrutmen yg bersifat Otonomi ( desentralisasi ) atau Tersental ( sentralisasi ) dimana penerapanya di sesuaikan dengan runglingkup perusahan baik jumlah cabang dan jarak pusat kecabang , pemilihan tehnik rekrutmen berlandaskan efektifitas dan efisiensi dari tehnik terhadap tujuan perusahanan . Setelah ditentukan hal hal diatas maka seorang manjer sdm harus menentukan jenis saluran penarikan

2.2 PENENTUAN SALURAN PENARIKAN
Saluran penarikan adalah media yang digunakan oleh perusahaan dalam mengumpulkan sebanyak banyaknya lamaran dari calon pegawai dengan harapan mendapatkan SDM yang sesuai dengan harapan dari organisasi yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah keberdayaan perusahan dalam mencapai tujun dan sasaran sasaran organisasi .
Adapun sumber dari SDM berasal dari sumber dari dalam perusahan dan luar perusahan .
A. Sumber dari dalam perusahan adalah tenaga kerja dari dalam perusahaan yang memeiliki kemampuan yang sesuai untuk memenuhi job deskription dan syarat yang sudah di tentukan dalam analisa jabatan .
B. Sumber dari luar perusahan adalah SDM yang ber asal dari luar perusahaan yang di dapatkan melaluai serangkaian kegiatan pemarikan & penyaringan SDM . adapun jenis saluran penarikan extern adalah sebagai berikut:
a) Walk-ins : pelamar datang sendiri ke perusahaan kemudian mengisi blangko lamaran.
b) Rekomendasi dari karyawan
a. Yang dimaksud adalah rekomendasi adalah saran dari karyawan sebuah organisasi tentang seseorang yang dinilai baik diluar atau di dalam organisasi yg dapat di berikan kesempatan dalam mengemban pekerjaan tersebut .
c) Pengiklanan : want ad dan blind ad.
 Want ads adalah tehnik penarikan dengncara menguraikan pekerjaan dan benefits mengidentifikasikan perusahaan dan memberitahukan bagaimana cara untuk melamar.
 Blind ad adalah want ads yang tidak menyebutkan perusahaan hanya PO BOX.
d) Agen penempatan tenaga kerja
Pencarain pegawai melauai agensi yang sudah biasa berkerja sama dibidang yang sama sebelumnya .
e) Lembaga pendidikan
Pemenuhan kebutuhan karyawan juga dapat dilakukan lewat Lembaga lembaga pendidikan yang memeiliki hubungan kerja sama tentang penyediaan tenaga kerja dengan organisasi yang bersangkutan .
f) Organisasi karyawan
g) Asosiasi profesional seperti KADIN, ISEI, IDI dll
h) Operasi militer : pensiunan militer – pilot, mekanik, satpam dll
i) Open House
orang diundang ke perusahaan untuk melihat fasilitas perusahaan dan diharapkan tertarik bekerja di perusahaan tersebut, berguna untuk menarik karyawan dengan ketrampilan yang langka atau sumber suplainya terbatas

Penentuan jenis saluran yang digunakan tergantung dari kebutuhan dan harapan dari organisasi sebagai contoh :
Pencarian 500 orang SDM di bidang perakitan dalam 1 hari harus sudah terkumpul dan 500 orang ini hanya di pekerjakan selama 1 bulan maka tugas dari seorang manjer SDM harus dapat menyesuaikan metode penarikan dengan kondisi lapangan sehingga ditemukan pendekatan yang paling Efisisen .
Pada metode ilmiah Ketesedian jumlah lamaran yang di dapat ini memberikan gambaran keberhasilan dalam penarikan karena pada dasarnya semakin banyak pelamar maka semakin baik SDM yang di dapatkan .Agar jumlah pelamar yang di dapatkan dapat memenuhi quota dalam jumlah yang banyak ( sesuai dengan yang organisasi harapkan ) diperlukan strategi yang baik .Strategi yang dapat di gunakan diantaranya adalah yang bersifat Jangka panjang melaui peningkatan popularitas perusahaan lewat perkembangan perusahaan , pemberian serta pembinaan tingkat pelayanan yang tinggi pada karyawan baik berupa material atau pun immaterial sehingga karyawan merasa aman bekerja di perusahaan . Atau jangka pendek berupa promosi di dalam pengumuman penarikan pegawai berupa jumlah gaji ,bonus,dll.

3) SELEKSI
Seleksi adalah proses pencarian karyawan untuk menyeleksi calon tenga kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang sesuai dengan karakter pekerjaan yang sudah di tetapkan di dalam job deskription dan job spesifikation . dengan cara membuat suatu rekomendasi untuk menolak atau menerima calon tenga kerja berdasarkan suatu dugaan tentang potensi-potensi dari calon tenaga kerja untuk berhasil dalam bekerja dan melaui cara pengevaluasian sebanyak mungkin kandidat untuk menyaring , memilih seseorang atau beberapa orang yang paling memenuhi syarat kerja.
Cara seleksi di bedakan menjadi
a. Cara ilmiah : adalah cara seleksi yang mengunakan kesamaan antara job deskriptin , job spesifikation di bandingkan terhadap spesifikasi yang dimiliki sdm .
b. Cara non ilmiah : adalah peyeleksian sdm yang bersifat tidak mengikuti aturan main ilmiah namun berdasarkan hal hal yang non teknis seperti kedekatan atau menyangkaut kepentingan manajer puncak .
Cara non ilmiah tidak di bahas dalam makalah ini namun kita mebahas lebih dalam mengenai cara ilmiah.
Pada cara ilmiah pendekatan seleksi adalah membandingkan antara syarat dari perusahaan dengan SDM dan memberikan peringkat berdasarkan nilai individu untuk melalui serangkaian kegiatan seleksi .
Kegiatan seleksi pada perusahan manufaktur beraneka ragam di sesuaikan dengan kebutuhan SDM ,anggaran , kebiasaan dari perusahaan manufaktur tersebut,dan factor yang lain . Namun pada umumnya di awali dengan kegiatan seleksi administrasi.
1. Seleksi administrasi adalah seleksi yang membandingkan syarat -syarat admistrasi dari organisasi dengan spesifikasi yang dimiliki SDM. Hal-hal yang di bandingkan biasanya adalah lebih bersifat fisik seperti :
a. Kelengkapan dokumen yang disyaratkan dengan riil yang di miliki sdm
b. Kesaman tingkat pendidikan
c. Nilai dari izasah
d. Dll.
Penilaian ini biasanya dilakukan oleh bagian personalian yang menyortir kelengkapan syarat dan menyinkiriakan yang tidak lengkap untuk Selanjutnya dokumen yang memenuhi syarat akan di nilai /greednya berdasarkan acuan nilai STTB ,pengalama bekerja ,dll untuk dibuatkan susunan nilai pelamar tertinggi hingga terrendah .lalu dicari jumlah peserta sesuai plafon jumlah peserta maxsimal yang sudah di rencanakan ,untuk selanjutnya pegawai dipangil ulang dan dilaksanakan penyeleksian lanjutan . Jenis seleksi selanjutnya biasanya adalah tes ujian tertulis
2. Ujian tulis adalah seleksi yang menilai kemapuan dari SDM secara langsung tentang sejauhmana pemahaman pelamar akan skill yang dimilikinya .adapun materi yang diujikan bermacam – macam disesuaikan kebutuhan organisasi .hasilnya ujian ini akan di jadikan tolak ukur akan kelulusan calon pegawai guna mengikuti tahap selanjutnya

3. Psikotes
Adalah seleksi yang menilai psikologi sdm (pelamar )
4. Tes Wawancara
Tes wawancara adalah seleksi yang berorientasi pada kepada attitude (sikap) dari calon pelamar seperti cara bicara ,penampilan ( appearance) , kemampuan ( ability ) dalam menjawab pertanyaan.diharapkan dengan tes ini dapat ditemukan pegawai yang memiliki nilai motivasi yang baik untuk perkembangan perusahan .
5. Tes kesehatan
Tes kesehatan adalah tes mengenai kesehatan pelamar dan kemepuan fisik pelamar terhadap tingkat kelelahan maxsimal dari pekerjaan.
Setelah didapatkan pegawai yang terbaik maka dilakukalah pengangkatan pegawai sesuai dengan rencana (stafing ) stfing juga adalah salah satu fungsi dari MSDM namun sebelum pegawai ditempatkan biasanya dilakukan kegiatan induksi dan oryentasi .
4) INDUKSI DAN ORYENTASI
Induksi dan oryentasi adalah kegiatan dimana SDM yang telah sah memangku jabatan tertentu mendapatkan pengenalan awal guna mengambarkan situasi dan kondisi organisasi dan tempat dia bekerja sehingga memberikan kesan nyaman kepada pegawai tersebut agar pegawai tersebut dapat memberikan nilai tambah yang optimal pada perusahan .pada umumnya kegiatan ini biasanya diawali dengan :
1. mengenalkan Struktur organisasi jenis industry dari perusahaan
2. Nama pekerjan yang akan dia geluti .
3. perkenalan kepada SDM yang berkaitan dengan pegawai tersebut sehubungan rung lingkup pekerjaanya .
4. mengenalkan runglingkup pekerjaanya yang menyangkut tugas , kewajiban ,hak ,tangung jawab dan wewenang yang di bebankan
5. Mengenalkan sifat pekerjaan
6. Dan hal – hal yang menyangkut keselamatan dalam bekerja.

 

 

KESIMPULAN
1. Pada mumnya perncanaan penarikan sdm melalui ,penarikan,penyeleksian,dan pengenalan sdm ini ditujukan untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan dalam memcapai tujuan dari perusahaan itu
2. Setiap perusahaan yang membutuhkan sdm akan melalui proses :
a. Perncanaan SDM yang menyangut anlisis jumlah kebutuhan ,analisis jabatan
b. Recrutmen SDM
c. Peyeleksiaan sdm dan pengenalan SDM
3. Recrutmen SDM dapat dilakukan baik dari internal dan external diasesuaikan dengan tujuan dari perusahaan yang sudah di perhitungkan sebelumya lewat anlisa jabatan.
4. Pelaksanaan seleksi bertujuan untuk mendapatkan pegawai yang terbaik ( paling cocok ) untuk job deskription yang sudah ditentukan.

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.